Selama mengikuti kegiatan PIT-PAR Internasional di Malaysia dan Singapura saya terenyuh memperhatikan bendera merah-putih yang kian hampir serupa, tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar di benak kepala “kenapa warna benderanya hampir sama, apakah ketiga negara ini masih terhubung satu sama lain ?”. Pertanyaan yang menghasilkan sebuah pemahaman, ternyata di balik warna bendera merah putih ada sejarah panjang di dalamnya, kesamaan ini mencerminkan sebuah keterhubungan diantara ketiga negara tersebut.
Namun ada hal yang menjadi catatan bersama, kesamaan warna bendera merah-putih bukan berarti sekedar desain saja, lebih jauhnya yakni ini merupakan identitas warisan nusantara yang sudah seharusnya terus dipupuk agar satu sama lain tidak menimbulkan suatu celah berujung perdebatan.
Oleh karenanya, melalui tulisan ini mari menelusuri lebih dalam makna dibalik warna merah-putih yang tengah menjadi simbol peradaban serta kesadaran kolektif bersama atas perjuangan para tokoh penting budaya maritim kala itu.
Jejak Historis dan Makna Merah Putih dalam Budaya Nusantara
Melansir dari radarmajapahit.com, bahwasannya sejak tahun 1293 bendera merah putih tengah berkibar di sebuah kerajaan maritim kala itu yakni Kerajaan Majapahit, ditemukan dalam naskah kuno yang merupakan kitab para raja bernama Pararaton dan Kidung Sunda sebagai “panji Gula merah”.
Lebih tepatnya zaman Prasasti Gunung Butak lah awal mula warna bendera merah putih digunakan sebagai simbol negara, hingga pada akhirnya ada pengadopsian lambang warna oleh para mahasiswa Indonesia yang tengah bergabung dalam himpunan di Belanda. Selain itu, catatan sejarah juga mengatakan bahwa Sultan Hamengkubuwono VIII pun menggunakan bendera merah putih dipasangkan di mobil sebagai umbul-umbul “gula-kelapa” saat menghadiri acara perhimpunan mahasiswa di Belanda.
Menariknya, kemelekatan warna merah putih juga terletak pada negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura, tentu disebabkan keterhubungan jalur perdagangan maritim Asia yang amat strategis. Dengan demikian, kita perlu menyadari bahwa ini bukanlah simbol semata, melainkan warisan besar atas jejak peradaban di kawasan Nusantara.
Mengenai makna dari kedua warna ini, merah seringkali diidentikan dengan sikap penuh keberanian, kegigihan, serta semangat perjuangan yang tak pernah rapuh dan putih bermakna sebuah ketulusan yang mendalam, kesucian serta kejujuran.
Indonesia: Merah Putih sebagai Identitas Perjuangan
Setiap bangsa tentu mempunyai sebuah identitas nasional, dalam artian memiliki suatu ciri khas yang menjadi pembeda dengan lainnya, dapat berupa pola perilaku, lambang-lambang, alat serta tujuan yang akan dicapainya.
Bendera merah putih merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia, secara langsung dikibarkan saat upacara Proklamasi Kemerdekaan RI tepat tanggal 17 Agustus 1945, dibuat oleh Fatmawati dengan bahan yang ia miliki, memang tidak termasuk kain yang cukup mewah tetapi ia tengah mencetak sejarah panjang bagi bangsa ini.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, telah diwajibkan kepada seluruh wilayah Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan kemerdekaan RI pada momen-momen yang telah ditetapkan, terutama pada Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus.
Terkait makna filosofis dari bendera merah putih ialah merah berarti semangat juang serta kekuatan rakyat Indonesia dan putih melambangkan kesucian, kejujuran, dan kemurnian jiwa dalam memajukan bangsa. Lantas dari identitas ini, kita sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya meneruskan nilai-nilai yang terkandung di dalam bendera tersebut dengan kegigihan untuk menjaga nama baik bangsa serta kerukunan yang mengesampingkan sikap kebencian.
Singapura: Merah Putih sebagai Simbol Keharmonisan
Berdasarkan catatan sejarah, Singapura awalnya bergabung dengan Federasi Malaysia, namun kian berjalan waktu ada sebuah perbedaan politik sehingga memutuskan memisahkan diri menjadi negara yang merdeka tepat tanggal 9 Agustus 1965. Imran selaku founder Dialogue Centre juga mengatakan kepada kami saat visit di pinggir Sungai Singapura, bahwa kemerdekaan negara ini tidak terlepas dari kepemimpinan Putra Palembang.
Singapura pun merupakan pelabuhan terbesar di Asia Tenggara, banyak negara tetangga yang berdatangan untuk mencari rempah-rempah sehingga pada akhirnya populasi warga didominasi oleh para imigrasi, mulai dari Tionghoa, Arab, Jawa, British dan India, dan ini tentu ada sebuah keterkaitan dengan bendera yang menjadi identitasnya.
Terdapat bentuk bulan sabit di benderanya yang menjadi identitas adanya negara baru, serta warna merah putihnya memiliki arti keberanian serta kesucian simbol dari keharmonisan atas multikulturalnya di negara ini.
Malaysia: Merah Putih sebagai Simbol Federasi dan Keberanian
Selama 47 tahun lamanya penamaan bendera ini dikenal dengan Bendera Malaysia, tetapi tepat dirgahayu ke-40 ada usulan penamaan dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad yaitu Jalur Gumilang yang dideklarasikan di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur. Awal penggunaan bendera ini tercatat dalam Sulalatus Salatin atau Sejarah Melayu, bahwasannya digunakan di Kesultanan Johor.
Catatan sejarah juga mengatakan bahwa bendera ini merupakan simbol federasi, karena terlahir dari sebuah pembentukan negara baru yang awalnya ada tiga wilayah yakni Sabah, Sarawak, Singapura dengan Federasi Malaya hingga lahirlah Malaysia. Mengenai makna dari bendera ini, yakni sebuah keberanian dari rakyat Malaysia serta Raja-Raja yang menjadi pemimpin Kepala Agama dan Kepala Negara yang memimpin seluruh wilayah Persekutuan di Malaysia.
Jika dirincikan, bendera ini terdapat 14 garis bercorak merah-putih yang saling melintang berikut ujungnya terdapat warna biru tua dilengkapi dengan bulan sabit dan bintang berwarna kuning. Perlu diketahui dari corak merah-putih ini bermakna sebuah persatuan serta perdamaian yang dijunjung tinggi oleh Malaysia dari berbagai keberagaman wilayah yang ada di negara ini. Kantong biru yang terletak diujung memiliki arti persatuan dari rakyat Malaysia untuk terus menjaga kerukunan bersama, dan bintang bulat sabit sebagai simbol pengingat identitas budaya agama Islam dalam kesehariannya.
Jejak Nusantara dan Kesamaan Simbolisme Merah Putih
Kesamaan simbol warna merah putih dari ketiga negara bukanlah sebuah kebetulan, melainkan adanya sebuah jejak Nusantara yang dipengaruhi atas perjalanan perdagangan maritim Asia kala itu. Lebih lanjut, simbol ketiga negara di atas memiliki cerita masing-masing yang menjadi identitas negaranya.
Memahami simbol bendera adalah bagian dari memahami diri, merefleksikan darimana kita berasal untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya yang tengah ditinggalkan oleh para leluhur, terlebih menjadi acuan bagaimana melanjutkan nilai-nilai simbol tersebut dalam keseharian hidup yang kita jalani.
Perdebatan kesamaan simbol tidaklah mencerminkan nilai-nilai yang tertera pada lambang tersebut, oleh karena itu sudah sepatutnya saling rukun serta memahami satu sama lain atas keterhubungan sejarah yang ada di dalam Asia Tenggara ini.




