Profil Program
Sarjana Ulama Perempuan Indonesia

Orientasi pendidikan ISIF / SUPI difokuskan pada penguasaan spesialisasi keahlian dan kecakapan untuk bekerja bersama masyarakat, sehingga dalam jangka panjang sarjana ISIF diharapkan menjadi ulama-intelektual-organik yang peduli terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang berorientasi kepada transformasi sosial untuk perwujudan kesetaraan, keadilan, kemaslahatan, dan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan

IMG_9708
IMG_9707
IMG_9729

Latar Belakang

PADA tahun 2017 yang lalu, ulama perempuan Indonesia menyelenggarakan kongres perdana di Cirebon. Tepatnya menyelenggarakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) I di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon pada 25-27 April 2017. Inilah tonggak awal kebangkitan kembali gerakan ulama perempuan Indonesia pada abad ke-21. Kongres ini dihadiri oleh 1.700an ulama perempuan dari 15 negara di dunia.

Salah satu poin penting dari rekomendasi KUPI pertama ini adalah menyelenggarakan kaderisasi ulama perempuan secara sistematis dan kurikuler melalui pendidikan formal, non-formal, dan informal. Pada tahun 2017, Fahmina-institute –sebagai pemrakarsa penyelenggara KUPI—bekerja sama dengan tuan rumah KUPI, yakni Pondok Pesantren Kebon Jambu mendirikan Ma’had Aly sebagai implementasi dari rekomendasi tersebut. Ma’had Aly Kebon Jambu (MAKJ) adalah pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis tradisi Pesantren. Ma’had Aly ini berlangsung hingga sekarang sejak tahun 2017.
Sebagai sistem pendidikan keagamaan yang mengader ulama perempuan, Ma’had Aly memiliki kelebihan sekaligus juga kekurangan. Kelebihannya terletak pada penguasaan secara mendalam khazanah ilmu pengetahuan pesantren (al-Qur`an, al-Hadits, dan kitab kuning) terutama yang berkaitan dengan al-ahwâl al-syakhsihiyah dengan pendekatan kontekstual, kritis, kreatif, dan inovatif untuk mewujudkan kemaslahatan semesta, terutama keadilan laki-laki dan perempuan. Adapun kelemahannya adalah interaksi sosial yang terbatas dengan komunitas dan gerakan sosial feminis, karena mahasantri tinggal di dalam pesantren salaf.

Dalam konteks inilah, Yayasan Fahmina melalui Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) bermaksud menyelenggarakan kaderisasi ulama perempuan yang mengintegrasikan pendidikan formal ISIF dengan Pesantren Fahmina untuk mencetak ulama perempuan. Ulama perempuan yang dimaksud adalah ulama -–berjenis kelamin perempuan dan laki-laki— yang memperjuangkan terwujudnya keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan bagi perempuan dan laki-laki berdasarkan ajaran Islam. Program kaderisasi ini dinamakan Program Sarjana-Ulama Perempuan Indonesia (SUPI).
IMG_9765
IMG_9764
IMG_9762
IMG_9956
IMG_9955
IMG_9961
Dalam konstruksi integrasi pendidikan ISIF-Pesantren ini, lulusan program SUPI selain akan memperoleh gelar sarjana –karena menyelesaikan kurikulum S-1– juga akan dididik sebagai ulama perempuan dengan kurikulum yang spesi

Dengan pembelajaran empiris ini, lulusan program SUPI selain diharapkan memiliki kapabilitas intelektual yang memadai, juga memiliki kepekaan dan kearifan sosial dalam perspektif etis, keadilan hakiki, kesetaraan, dan kebangsaan. Kepekaan ini dilengkapi dengan kecakapan hidup (life skills) dan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan keislaman untuk menjawab masalah sosial dan transformasi sosial yang berkeadilan dan bermartabat.

Sarjana-Ulama Perempuan Indonesia yang diharapkan ini menjadi ulama-intelektual-organik yang peduli terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang berorientasi kepada transformasi sosial untuk perwujudan kesetaraan, keadilan, kemaslahatan, dan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan.

What is a SUPI Goal?

Program Sarjana-Ulama Perempuan Indonesia (SUPI)
bertujuan untuk memproduksi sarjana berkualifikasi ulama perempuan yang :

Menguasai ilmu-ilmu keislaman
Menguasai wacana keislaman yang membebaskan masyarakat dari ketimpangan dan ketidakadilan sistem dan struktur, terutama dalam relasi gender.
Mengembangkan Kultur Masyarakat yang Adil
Mengembangkan kultur masyarakat yang adil, demokratis, toleran, dan berorientasi pada perubahan dan perwujudan kedamaian bagi semesta (rahmatan lil ‘âlamîn).
Mengorganisasikan Kelompok-Kelompok Masyarakat

Mengorganisasikan kelompok-kelompok masyarakat agar berdaya dan berswadaya sebagai kekuatan strategis yang bisa mengisi ruang-ruang kebijakan publik yang adil dan mengayomi keragaman agama, suku, bahasa, dan gender.

What are The SUPI Program Outputs?

Keluaran yang diharapkan dari program ini adalah lahirnya sarjana-ulama perempuan Indonesia (SUPI) yang transformatif untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian yang memiliki pengetahuan dan komitmen gerakan:
Wacana Keagamaan yang Membebaskan: Mewujudkan Kesetaraan Gender
Secara sosial-intelektual, mampu memproduksi wacana keagamaan yang membebaskan masyarakat dari ketimpangan dan ketidakadilan sistem dan struktur, terutama dalam relasi gender.
Mengembangkan Kultur Masyarakat yang Demokratis dan Damai
Secara sosial-budaya, mampu mengembangkan kultur masyarakat yang adil, demokratis, toleran, dan berorientasi pada perubahan dan perwujudan kedamaian bagi semesta (rahmatan lil ‘âlamîn).
Organisasi Masyarakat yang Berdaya: Mengayomi Keragaman Agama, Suku, Bahasa, dan Gender
Secara sosial politik, mampu mengorganisasikan kelompok-kelompok masyarakat agar berdaya dan berswadaya sebagai kekuatan strategis yang bisa mengisi ruang-ruang kebijakan publik yang adil dan mengayomi keragaman agama, suku, bahasa, dan gender

Aktivitas Akademik

ISIF & Program SUPI lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan ekstra kampus & pesantren, mahasiswa diarahkan pada peningkatan tradisi keilmuan dan skill kehidupan lainnya.
IMG_9789
IMG_9765
IMG_9764
IMG_9762
IMG_9759
IMG_9760
IMG_9750
IMG_9747
IMG_9729

Fasilitas Program SUPI

Ada 8 bentuk fasilitasi utama dari program SUPI ini, yakni
Kuliah 4 Tahun
di ISIF
Asrama di Pesantren Fahmina
Riset Tesis
Sarjana
Dawrah Kader Ulama Perempuan (DKUP)
Kursus Participatory Action Research
Kursus Penulisan Ilmiah dan Popular (KPIP)
Kursus Islam dan Gender (KIG)
Magang di Jaringan KUPI

Metode Pembelajaran Program SUPI​

Akan dijalankan dengan sejumlah metode pembelajaran. Di antaranya adalah:
Metode Bandongan
Metode Sorogan
Metode Musyawarah
Riset Bibliografis
Riset Ensiklopedis
Bahtsul Masa’il
Riset Lapangan
Metode Studi Naskah
Metode Studi Tokoh

Persyaratan Kualifikasi SUPI

Calon SUPI dipersyaratkan:
Adapun kualifikasi dasar calon SUPI adalah :

Ketentuan Rerkrutment